16 April 1929. Dari Kumamoto Jepang, Hamazaki Hana dimakamkan di Kerkhof Pangkalpinang.

1
IMG_20260415_214046 (1)

Oleh Dato’ Akhmad Elvian *)


Dalam peta Resident Bangka en Onderh. Opgenomen door den Topografischen dienst in 1928-1929 Blad 34/XXV d. Reproductiebedrijf Topografische dienst, Batavia 1931 Auteursrecht Voorbehouden (Stbl 1912 No.600), di Distrik Pangkalpinang terdapat Satu kompleks Christen Kerkhof, tepatnya di Kampung Melintang di sisi Barat verharde weg menuju Kampung Djeloetoeng. Kawasan sekitar kerkhof Pangkalpinang saat ini telah berkembang menjadi Kampung Kerkhof.

Satu hal yang sangat unik pada Kerkhof Pangkalpinang yang saat ini masih tersisa sekitar 100 makam, adalah dimakamkannya sekitar Sepuluh Perempuan Orang Jepang dan seluruh makam menghadap ke arah Barat Daya dan Timur Laut.

Makam-makam orang Jepang tersebut yang masih dapat dibaca jiratnya adalah makam dari; Horie Kata, Matsumoto Shikino, Nagase Tanayo, Miyazaki Chiku, Kaminokuni Mizue, Miyazaki Sei, dan satu makam yang pada jiratnya hanya tertulis kata Y. YACURA atau Y. YAGURA tidak begitu jelas terbaca, dan terakhir adalah makam Hamazaki Hana.

Dalam jirat makam Hamazaki Hana diketahui bahwa Ia berasal dari Kabupaten Kumamoto, meninggal dunia pada tanggal 16 April 1929 pada usia 49 tahun. Makam Hamazaki Hana kemudian dipugar oleh Hamazaki Kikue Sueko pada bulan Juli 1943 atau pada saat pendudukan Jepang di Pangkalpinang.

Makam ini kemungkinan dipugar karena masih keluarga yang sama yaitu keluarga Hamazaki. Keberadaan makam orang Jepang di Kerkhof Pangkalpinang merupakan sesuatu yang menarik.

Dalam catatan sejarah, banyak perempuan Jepang yang disebut Karayukisan masuk ke Hindia Belanda melalui Singapura, dan menyebar ke Medan, Palembang, Batavia, Surabaya, bahkan sampai ke pulau Bangka.

Peter Post seorang peneliti kegiatan orang-orang Jepang di Hindia Belanda pada periode antara tahun 1868-1942 Masehi, menemukan fakta, bahwa pada tahun 1896 Masehi jenis pekerjaan penduduk Jepang di Hindia Belanda terdapat 48 persen sebagai Karayukisan.

See also  PEKAJANG, Desa Syahdu Dari Gugusan Pulau 7

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kedatangan Karayukisan ke Hindia Belanda. Faktor pertama adalah akibat pengaruh Restorasi Meiji (tahun 1885-1890 Masehi) yaitu kolonialisasi yang dilakukan Jepang mengalami transisi dari kolonialisasi dalam negeri menjadi kolonialisasi daerah luar negeri.

Faktor kedua adalah adanya konsep daerah Nanyo sebagai daerah Selatan Jepang yang meliputi wilayah Asia Tengara yang harus diekspansi karena berpotensial memiliki kekayaan sumber daya alam sehingga memiliki harapan yang cerah untuk hidup sejahtera.

Faktor terakhir adalah akibat pemberlakuan Undang-Undang Liberalisasi Hindia Belanda pada tahun 1870 Masehi yang memungkinkan pendatang dari luar negeri mencari penghidupan yang layak di Hindia Belanda, ditambah Jepang memiliki hubungan baik dengan Belanda sejak tahun 1600 Masehi (Wibawarta, 2008:250).

Fukuzawa Fukichi, seorang cendekiawan dan tokoh terkemuka pada zaman Meiji menyebutkan peranan penting Karayukisan dalam sosio-ekonomi Jepang. Karayukisan sangat banyak mengirim uang kepada sanak saudaranya di Jepang yang secara tidak langsung mendatangkan devisa bagi negara Jepang dan mendukung perkembangan serta pembangunan negara pada masa itu.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

**) Sumber foto: koleksi pribadi penulis

Comments

comments

1 thought on “16 April 1929. Dari Kumamoto Jepang, Hamazaki Hana dimakamkan di Kerkhof Pangkalpinang.

  1. Tài Xỉu MD5 là hình thức cá cược trực tuyến hiện đại, áp dụng công nghệ mã hóa nhằm đảm bảo tính minh bạch và công bằng. Thông qua thuật toán MD5, người chơi có thể dễ dàng kiểm tra kết quả, hạn chế gian lận và nâng cao độ tin cậy khi tham gia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *