175 Tahun Yang Lalu, Pemisahan Distrik Sungailiat Dan Merawang.

0
IMG-20260328-WA0029

Oleh Dato’ Akhmad Elvian *)

Hari ini 175 Tahun yang lalu Distrik Soengy-Leat en Marawang (Sungailiat dan Merawang) mulai dipisahkan berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 4, Tanggal 28 Maret Tahun 1851. Distrik Sungailiat-Merawang yang pada awalnya disatukan dipisahkan menjadi Distrik Merawang dan Distrik Sungailiat. Selanjutnya pada Tanggal 24 Desember 1851, Administratur Distrik Merawang kemudian diangkat berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 4 dan rumah Administratur Distrik Merawang juga mulai diusulkan untuk segera dibangun di kampung Baturusak.

Selanjutnya untuk memperlancar transportasi antar distrik di Pulau Bangka dibangunlah jalan raya yang menghubungkan Distrik Pangkalpinang dan Baturusak di distrik Merawang dan ke Distrik Sungailiat pada Bulan Mei Tahun 1851.

Dalam Algemeen Verslag der Residentie Banka Over Het Jaar 1850, bundel Bangka Nomor 41, dijelaskan tentang pemisahan antara administrasi pertambangan (tinmynen) dan administrasi pemerintahan (bestuur) District Soengyliat und Marawang menjadi Dua distrik yaitu Distrik Sungailiat dan Distrik Merawang.

Dalam laporan Belanda tersebut dinyatakan bahwa pemisahan menjadi Dua distrik sudah berkali-kali diusulkan oleh Residen Bangka, kepada Direktur Prasarana dan Wilayah di Batavia sejak Tanggal 4 November Tahun 1850 dengan surat Nomor 1964 dan pada Tanggal 26 Januari 1851 berdasarkan surat Nomor 14. Usulan pemisahan Satu Distrik Sungailiat-Merawang menjadi Dua distrik yang terpisah, didasari atas rumitnya permasalahan pengelolaan pertambangan dan pemerintahan di Dua wilayah yaitu Merawang dan Sungailiat serta luasnya Dua wilayah tersebut jika tetap disatukan dalam satu distrik (pada distrik Merawang terdapat 1 tambang besar yaitu di daerah lembah Cengal yang oleh penambang Timah Cina disebut Lokiufun).

Dalam catatan H.M.Lange, dalam bukunya Het eiland Banka en zijne aangelegenheden’s Hertogenbosch: Gebr.Muller, 1850, halaman 64 menyatakan: Banka is verdeeld in acht mijn-distrikten, als: Jeboes, Blinjoe, Soengei-leat, Marawang, Pankal-pinang, Soengei slan, Koba en Toboali. Ieder distrikt staat onder het gezag van eenen administrateur, met uitzondering van de distrikten Soengei-leat en Marawang, die te zamen onder het gezag van éénen administrateur vereenigd zijn. Maksud Lange menyatakan bahwa: Banka terbagi menjadi Delapan distrik pertambangan, yaitu: Jeboes, Blinjoe, Soengei-leat, Marawang, Pankal-pinang, Soengei Slan, Koba, dan Toboali. Setiap distrik berada di bawah kewenangan seorang administrator, kecuali distrik Soengei-leat dan Marawang yang disatukan di bawah kewenangan Satu administrator.

See also  265 Tahun Benteng Toboali, Menguak Sejarah Benteng Terbesar di Luar Sumatera

Salah satu sumber sejarah tertulis tentang digabungnya Distrik Sungailiat dan Merawang dalam satu administrator adalah ditemukannya struktur makam Belanda yang masih tersisa hingga sekarang. Makam Belanda tersebut adalah makam “Horatio Nelson Levyssohn” tertulis pada nisan terbuat dari marmer: “Hier rust in vrede Horatio Nelson Levyssohn Adsistent Resident & Administrateur der Tinmynen van Soengy-Leat en Marawang. Geb. te Rotterdam 6 Mei 1804 overleden te Soengy-Leat den 2 Agustus 1845 Diep betreurd door jyuen broeder Joseph Henry Levyssohn, Sc Zec. Terjemahannya kira-kira: “Disini berbaring dengan tenang Horatio Nelson Levyssohn. Asisten Residen dan Administrator Tambang Timah di Soengy-Leat (Sungailiat) dan Marawang (Merawang). Lahir di Rotterdam (Belanda) 6 Mei Tahun 1804, wafat di Soengy-Leat tanggal 2 Agustus 1845, yang sangat berduka, adiknya Joseph Henry Levyssohn”.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

** Keterangan gambar: Societeit Phoenix, Sungailiat.
Di depannya tampak Makam Horatio Nelson Levyssohn Adsistent Resident, Sungailiat dan Merawang.
Sumber Foto: Rijksmuseum, circa 1900

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *