Di Sungailiat, Bung Karno Berpidato “Sebelum Matahari Terbit Tahun 1950, Kemerdekaan Indonesia Akan Tercapai!”

0
IMG_20260328_221041 (1) (1) (1) (1)

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP
Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

_______________________


Pada tanggal 29 Maret 1949, Ir Sukarno, AG. Pringgodigdo dan Suwanto (Wakil Kapolri yang datang bersama rombongan UNCI) melakukan kunjungan ke Kota Sungailiat.

Kunjungan dilakukan ke rumah Jusuf Saad Alfirdausi (seorang guru Sekolah Arab), ke rumah Kepala Pemerintahan Sungailiat dan ke Masjid.

Depan rumah Jusuf Saad Al Firdausi yang sudah dipasang gerbang kehormatan yang dihiasi bunga merah dan di atas gerbang terdapat tulisan huruf besar ”M”.

Dalam rumah terpasang bendera merah putih berukuran 1 x 0,80 meter dan lukisan potret Sukarno. Ada 800 orang yang menyambut kehadiran rombongan Sukarno dan menyapa dengan Pekik Merdeka.

Bung Karno naik panggung untuk menyampaikan pidato singkat. Selepas itu mereka menuju rumah kepala pemerintahan Sungailiat dan masjid. Penghulu Abu Bakar (salah satu pengurus Serikat Kaum Buruh) memberikan sambutan ungkapan syukur kepada Allah SWT dapat bertemu langsung dengan Sukarno yang dipanggilnya “Bapak Yang Mulia”. Sukarno membalas sambutan dengan menyebut: “sebelum matahari terbit pada tahun 1950, kemerdekaan Indonesia akan tercapai”.

Ketika kembali ke rumah Jusuf Saad Al Firdausi, orang-orang yang menunggu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diiringi korps musik MUSI.

Dalam kesempatan ini Ishak Lazim (Ketua Serikat Nasional Indonesia/SENI) memberikan kenangan-kenangan kepada Sukarno berupa batu mulia.

Pidato Sukarno tersebut kemudian terbukti, bahwa pada tanggal 27 Desember 1949, melalui hasil Konferensi Meja Bundar atau Nederlands-Indonesische Rondetafel Conferentie di Den Haag dari Tanggal 23 Agustus- 2 November 1949 dengan hasil Pemerintah Belanda mengakui kedaulatan (Souvereniteit overdracht) Negara Republik Indonesia dan kemudian Negara berbentuk RIS.

========
Catatan; Tulisan ini merupakan bagian dari buku: “Kenang Mengenang Meraih Kemenangan”, karya Akhmad Elvian dan Ali Usman, hal. 216,217.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *