3 April 1851, Residen Bangka Mengeluarkan Besluit tentang Hukuman Orang yang membantu Depati Amir.
Akhmad Elvian DPMP., ECH 3 April 2026 1
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP*)
Di samping Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan keputusan (Besluit) tentang hukuman pembuangan seumur hidup selamanya kepada pemberontak Depati Amir yang telah melakukan perang terbuka melawan Pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Bangka ke Keresidenan Timor berdasarkan Keputusan Pemerintah Tanggal 4 Februari 1851 Nomor 3 dan mengeluarkan Keputusan (Besluit) tentang hukuman pembuangan seumur hidup selamanya ke Keresidenan Timor kepada kepala pemberontak, Tjing (Hamzah), Akiep, dan Awang, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Tanggal 22 April 1851 Nomor 21 (ANRI: Bt. 22 April 1851 No.21),
Pemerintah Hindia Belanda kemudian pada Tanggal 3 April 1851 kembali melalui Residen Sementara Bangka, H.J. Saverijn Haesebroek mengeluarkan Besluit atau Keputusan Tanggal 3 April 1851 Nomor 53 dan 54 yang menetapkan hukuman bagi orang-orang yang membantu pemberontakan Depati Amir beserta dengan alasan kenapa dihukum yaitu:
Pertama: Ditetapkan Demang Sura Menggala dan Letnan Cina di Merawang Oen Beng Hee dengan kaum kerabat mereka diberhentikan dari jabatannya, dengan ketentuan bahwa mereka harus tinggal di Mentok dalam pengawasan Polisi;
Kedua: Ditetapkan bahwa akan dibuang ke Keresidenan Timor kepala pemberontak Tjing, Akiep dan Awang dan di sana mereka akan ditangani sesuai dengan ketentuan dalam Besluit Tanggal 4 Februari 1851 Nomor 3;
Ketiga: Selanjutnya ditetapkan oleh karena ambil bagian turut bersalah bersama pemberontak Amir, dibuang ke Ambon, Banda, atau Ternate, diperlakukan sebagai orang hukuman sebagai buruh paksa orang-orang:
a). dihukum selama 5 tahun orang orang Cina, Ming Tjoe, Mim Po, Tan Djien, Ngoei Ko Tjing, Ngoei Kie Djan dan Ho Akie;
b). dihukum seumur hidup orang-orang Cina: Ko So Soei, Hong Alok, Lie Ngie, Lanang Amo, Orang-orang pribumi: Akier, Dan Linga, Baroe, Mataim, Akei Asan, Tierim, Main, Bongol, Doel, Amin, Ma Ranga, Ma Kota, Oegawe, Ma Sirem, Tikal sebagai Batin, Tal, Kim Tjan atau Kim Tjoan dulu orang Cina (maksudnya sekarang telah masuk Islam);
Keempat: Setelah Boedjang Singkip dan Oemar akan dibuat tidak berbahaya (maksudnya Boedjang Singkip dan Umar akan tertangkap dan diduga melarikan diri ke Lingga Keresidenan Riau), dan ketenangan Pulau Bangka seluruhnya akan pulih kembali. Orang-orang yang masih ambil bagian dalam keonaran di Mentok diusulkan segera dipenjara;
Kelima: Residen Batavia dan Residen Timor diperintahkan uang dan barang-barang berharga milik Tjing, oleh Residen Bangka akan dikirim dan kepada Residen Timor untuk disampaikan uang dan barang barang berharga itu dikembalikan kepada Tjing atau Hamzah.
Tampaknya pemerintah Hindia Belanda melakukan Tindakan militer dan hukum yang tegas terhadap pelaku perlawanan bersenjata terhadap Depati Amir dan pengikutnya agar tidak terjadi lagi perlawanan perlawanan bersenjata berikutnya dan itu ditegaskan oleh Residen Bangka berikutnya dalam laporan yang dibuat oleh Residen J.C Maan (vervolg Memorie van Overgave, Residen van Bangka en Onderhoorigheden van 8 Juni 1934-1 Juli 1938, ARA-DH,hal.7): “In 1851 werd Amir door militaire patrouilles opgejaagd en gevangen genomen, dit is de laatste maal gewesest dat mat militairen tegen de Bangkaneezen is opgetreden”.
Maksudnya: Pada Tahun 1851, Amir dikejar oleh patroli militer dan ditangkap, ini adalah terakhir kalinya tentara telah mengambil tindakan terhadap orang Bangka.
_______________
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
luck8 là nền tảng cá cược trực tuyến uy tín, hoạt động hợp pháp với giấy phép từ Curacao và PAGCOR. Nhà cái gây ấn tượng với giao diện thân thiện, công nghệ mã hóa SSL 256-bit an toàn, tốc độ xử lý giao dịch nhanh chóng cùng nhiều chương trình khuyến mãi hấp dẫn. Ngoài ra, Luck8 còn cung cấp hơn 2000 trò chơi đa dạng từ các nhà phát hành hàng đầu và dịch vụ hỗ trợ khách hàng 24/7 chuyên nghiệp.