8 Juni 1934, Dalam MvO J.C Maan, Residen Bangka en Onderhoorigheden, Depati Amir Dikejar dan Ditangkap Militer Belanda.

Your paragraph Masyarakat Bangka bergotong royong merenovasi Masjid Jamik P_20260608_101117_0000

Oleh Dato’ Akhmad Elvian*)


Dalam buku: Depati Amir, Perjuangan dan Pengabdian Lintas Pulau Tahun 1848-1869 yang ditulis Akhmad Elvian, Cetakan Pertama Tahun 2019, ditemukan sedikitnya Empat arsip tentang penangkapan Depati Amir. Berikut adalah salah satu kabar kejadian yang sebenarnya yang menceritakan tentang keadaan Depati Amir dan pengikutnya di dalam hutan hingga tertangkap dalam versi militer Belanda: “Behoort bij missive van het Militaire Departement dd 12 Februarij 1851 No. 4 Afschrift Militair Kommandement Banka L: A/24 Lijk: twee, R, Bakem, den 31 Januarij 1851, Onderwerp: Nader rapport omtrent den stand van zaken op Banka, zijnde vervolg van dat van den 17 Januarij 1851 La A/19 In mijn rapport van den 17 : La A/19, had ik de eer Uwe Hoogheid mede te deelen, dat Amir en Tjing door gebrek aan voedsel en den mende die zijn in de basschen hadden te verdiren tot onderwerping aan het gouvernement waren gedevangen”.

Maksudnya: Surat dari Komandan Militer Bangka kepada yang Terhormat Jendral Infanteri, Komandan tentara Hindia Belanda di Batavia, Bakem, 31 Januari 1851. No. La A 124, Lampiran 2 (ANRI: Bt 25 Maret 1851 Nomor 13) Perihal: Laporan berikut mengenai peristiwa di Bangka, kelanjutan dari 17 Januari 1851, No La A/19, Dalam laporan saya tertanggal 17 Januari 1851, nomor La A/19, kepada Anda, Saya merasa terhormat untuk memberitahukan kepada Yang Mulia bahwa Amir dan Tjing bersama sejumlah pengikut karena kekurangan makanan telah ditangkap dan diserahkan kepada pemerintah untuk dimasukkan dalam penjara.

Selanjutnya dalam Laporan Komandan Militer Belanda dinyatakan Amir dibawa ke markas militer Belanda di Bakem dan kepada barisan pemburu hadiah dibagi-bagikan uang hadiah yang dijanjikan sebesar 1000 Spanyol Matten, dengan ukuran di antara mereka yang paling banyak berkontribusi atau berjasa dalam penangkapan Depai Amir, Tjing dan sejumlah pengikutnya. Hadiah tersebut dibagikan kepada mata-mata Angar dan Swal, yang telah menaruh kepercayaan (berkhianat) pada Amir, masing masing 100 Spanyol matten jadi jumlah 200,,”, kepada Hadjie Mohammad Seman sebesar 100„‟, kepada Batin Awal di Bukit 100„‟, kepada Batin Mendoe Barat 100„‟, kepada Kepala Barissan, Mahmoud 100„‟, kepada Batin Mendoe Timor 25„‟ dan kepada 36 orang barissan sejumlah 375 Sp matten, Total keseluruhan hadiah 1000 Sp. Matten.

See also  KERKHOF, Kompleks Makam Belanda dan Pimpinan Gereja Katolik Bangka, Belitung dan Riau

Peristiwa penangkapan Depati Amir kemudian diulang lagi laporannya oleh Residen Bangka, dalam vervolg Memorie van Overgave van J.C Maan, Resident van Bangka en Onderhoorigheden van 8 Juni 1934 – 1 Juli 1939, ARA-DH, hal 7: ”In 1851 werd Amir door militaire patrouilles opgejaagd en GEVANGEN GENOMEN, dit is de laatste maal geweest dat mat millitairen tegen de Banngkaneezen is opgetreden”.

Maksudnya: “Pada Tahun 1851, Amir dikejar oleh patroli militer dan ditangkap. Ini adalah terakhir kalinya tentara telah mengambil tindakan terhadap orang Bangka”.

Laporan MvO Rresiden Belanda diperoleh di Nasional Arsip (Nationaal Archief) Belanda di Den Haag, saat penulis melakukan penelitian tentang Depati Amir untuk bahan riwayat hidup dan perjuangan Depati Amir sebagai usulan untuk Pahlawan Nasional pertama dari Bangka Belitung.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

Comments

comments