Sukarno Mengunjungi Koba dan Toboali, “Indonesia Raya, Pekik Merdeka dan Pentingnya Pendidikan”.
Jelajah Bangka
Oleh: Dato’ Akhmad Elvian DPMP.*
__________________
Pada tanggal 30 Maret 1949, Sukarno melanjutkan kunjungan ke Koba dan didampingi Sidi Minik (Kepala Pemerintahan Pangkalpinang) dan Se Siong Men dari Bangka Raad. Mereka disambut sekitar 400 pelajar Sekolah Rakyat atau Volksschool dan Sekolah Arab atau madrasah, beserta gurunya yang sengaja meliburkan aktivitas Pendidikan dan Pengajaran.
Selain itu terdapat beberapa pekerja BTW (BankaTinWinningbedrift), pegawai BOW (Dinas Pekerjaan Umum). dan pegawai Pemerintahan BB (Binnenlands Bestuur/ Pemerintahan Dalam Negeri) yang rela meninggalkan pekerjaannya
demi menyambut Sukarno.
Sukarno meminta anak-anak menyanyikan lagu Indonesia Raya di bawah pimpinan Hamzah bin Limin (Guru Volksschool) dan berteriak “Merdeka !!!”. Sukarno memanggil Hamzah bin Limin untuk “membahas pendidikan”.
Seorang saksi mata bernama Umar (kini 89 tahun) mengatakan Sukarno menggunakan kopiah hitam dan baju putih. Beliau berpidato hampir 1 jam mengenai kemerdekaan Indonesia. Pekik Merdeka selalu terdengar di sela-sela kunjungan.
Setelah selesai seluruh kegiatan di Koba, rombongan melanjutkan perjalanan ke Toboali. Begitu sampai di rumah kepala pemerintahan Toboali, telah berkumpul 500 pelajar dan masyarakat, termasuk para pekerja BTW, BOW (Dinas Pekerjaan Umum), dan BB (Binnenlands Bestuur/Pemerintahar Dalam Negeri).
Beberapa lagu kebangsaan dinyanyikan, terkhusus lagu kebangsaan “Indonesia Raya” di bawah pimpinan Hamsiah dan Abdul Gani. Setelah mengunjungi Djaelani Kin (Pengurus SENI Toboali) rombongan kembali ke Pangkalpinang.
===================
Disalin dari buku: Yogyakarta-Bangka Menegakkan Kedaulatan Negara, hal.155, penulis Akhmad Elvian dan Ali Usman, editor Sri Margana, Tahun 2023, Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kundha Kabudayan Yogyakarta)
Keterangan Gambar:
Sukarno disambut sekitar 400 orang di Koba. Sumber: Abdul Gani.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.